Sejarahmasuknya agama Isdlam di Demak: 3: Siti Khadijah dalam perjuangan Rasulullah saw. 158: Fenomena tradisi zizrah di makam Syyid Abdullah desa Martajesah Bangkalan Madura: 722: Jaringan Hizbut Tahrir Indonesia di Universitas Negeri di Surabaya tahun 2000-2005: 723: PerkenalanPertama dengan Siti Khadijah r.a. Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam.: "Allah tidak memberi kepadaku pengganti istri yang lebih baik dari dia (Khadijah r.a.). Ia berΒ­iman kepadaku di kala semua orang mengingkari kenabianku. Ia membenarkan kenabianku di kala semua orang mendustakan diriku. Ia menyantuni diriku dengan hartanya di kala UlamaIndonesia banyak juga (dikebumikan di Mekah), seperti Syekh Nawawi Banten serta yang lain," papar Mustofa. Ketentuan supaya Mbah Moen dikebumikan di Mekah itu sebagai hasil musyawarah keluarga. Tidak cuman dikebumikan dekat makam Siti Khadijah, Mbah Moen pula dikebumikan bersisihan dengan makam gurunya Sayid Muhammad Al Maliki. Di Mekkah, Jenazah Mbah Moen Dimakamkan di Sisi Makam Siti Khodijah dan Putra Gurunya Ia mengatakan, apa yang dilakukan mertuanya itu seolah menjadi isyarat mengenai tempat pemakamannya. Selain itu, Mbah Moen juga sering kali menyampaikan bahwa banyak alim ulama dari Indonesia yang meninggal dan dimakamkan di Mekah, misalnya Syekh Nawawi Al ToyibZaen Arifin, Sejarah Wujudnya Makam "Sab'atul Auliya", Wali Pitu di Bali. Ponpes Lirboyo. Kediri, 1998. Adapun yang mengklaim sebagai penemu Wali Pitu pertama di Bali, adalah lewat pengalaman rohani melalui proses yang diawali dengan petunjuk-petunjuk yang dialami oleh seseorang yang bernama Chabib Toyyib Zaen Arifin Assegaf itu sendiri. SejarahIslam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Nabi Muhammad kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Ia pernah menjadi penggembala kambing. seminggu setelah Idul Fitri dan berziarah ke makam makalahsejarah makam siti khotijah di bali. makalah sejarah makam siti khotijah di bali SEJARAH MAKAM SITI KHODIJAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Persyaratan Pengambilan Raport Pengampu : Ibu Hj.Ummi Istiqomah, S.Ag dan Ibu Rumaisah, S.Pd Disusun Oleh : Nama : Dewi Oktafia I. Absen : 10 Kelas : XI - IPS 2 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK Jesusin Himayala. "Jika benar Yesus pernah tinggal di Himalaya dan makamnya berada di Kashmir, ini akan mengubah pandangan dunia. Yesus bukan monopoli dunia Barat tetapi ia pun 'hidup' di Timur sehingga ia menjadi universal. Cara pandang seperti ini tidak mengkotak-kotakkan manusia sehingga 'abad' baru pasti datang kepada kita semua SejarahPerjuangan Berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (21 November 2000) Inilah Penampakan Makam Istri Pertama Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah di Mekkah, Arab Saudi 11 jam lalu . Tanah kosong kavling hanya 10 menit ke gerbang tol tebing tinggi - medan kualanamu 6 jam Makamkeramat Pangeran Sosrodiningrat, menurut cerita versi ke-1 merupakan makam milik Pangeran Sosrodiningrat, suami Raden Ayu Siti Khotijah. Dia menikai Siti Khodijah karena telah berjasa membantu ayahandanya, Raja I Gusti Ngurah Gede Pamecutan, ketika berperang melawan Kerajaan Mengwi dan mendapat kemenangan. Makamkeramat Pangeran Sosrodiningrat, menurut cerita versi ke-1 merupakan makam milik Pangeran Sosrodiningrat, suami Raden Ayu Siti Khotijah. Dia menikai Siti Khodijah karena telah berjasa membantu ayahandanya, Raja I Gusti Ngurah Gede Pamecutan, ketika berperang melawan Kerajaan Mengwi dan mendapat kemenangan. Kang Sofan 9 Desember 2017 01.49 HeadlinesNews : Undangan kepada seluruh panitia Harlah NU ke-96 (tahun kemarin) dan Pengurus Harian Banom tingkat Anak Cabang Tersono, mohon kehadirannya besok pada Rapat Koordinasi Persiapan HSN dan Harlah NU besok hari Jum'at, 16 Agustus 2019 pukul 13.30 WIB di Gedung Serbaguna MWC NU Tersono. Setelahditemukannya makam Walipitu ke-1 di atas, kemudian ditemukan 2 makam keramat lainnya di kota Denpasar, yakni : 1) Makam keramat P Kisah Datuk Ibrahim Penyebar Islam di Bali dan Banyuwangi Makam Datuk Abrahim Bauzir adalah makam yang paling dikeramatkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Fotodi atas ini adalah makam Sayyidah Khadijah as (yang besar) dan putranya, Qasim (yang kecil) di sudut. Pada postingan selanjutnya, saya akan memaparkan foto-foto makam-makam ahlul bayt, para sahabat, dan istri-istri serta kerabat dekat Rasulullah Saw yang dibiarkan terlantar oleh Wahabi-Salafy. Insya Allah. Catatan : Sebagian besar foto Suatuhari, Raden Ayu Siti Khotijah meminta izin kepada suaminya, Pangeran Cakraningrat IV untuk pulang sebentar ke kampung halamannya di Bali. " Beliau rindu dengan ayah, ibu dan keluarga besar Kerajaan Pemecutan. Pangeran Cakraningrat IV mengizinkan beliau pulang ke Bali. AVQdEq. Suara Denpasar – Pulau Dewata Bali bukan soal pesona wisata pantai dan alam yang memikat hati para wisatawan mancanegara hingga domestik untuk datang. Tetapi juga memiliki wisata religi Islam yang tidak pernah diketahui pubik. Wisata islam ini menyimpan banyak peristiwa tentang penyebaran agama Islam pertama di Pulau Bali. Bahkan menyimpan berbagai kisah mistis. Di Bali sendiri ada 7 wisata religi yang keberadaan hingga saat ini masih terjaga dan masih dikunjungi oleh penduduk lokal Islam di Bali. Berikut 7 lokasi wisata religi Islam yang disarikan dari berbagai sumber yang ada Baca Juga3 Series dan Film Adhisty Zara Terbaru, Ada Virgo and The Sparklings 1. Makam Wali Negara atau Datuk Lebai Melayu Habib Ali Bin Umar Bafaqih Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih lokasi tidak jauh dari pusat Kota Kabupaten Jembrana. Makam ini berlokasi di Jalan Nangka No. 145 Desa Loloan Barat Kecamatan Negara Jembrana. Sekedar diketahui lokasi makam dari Datuk Lebai Melayu kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini berada di Area Pondok Pesantren Syamsul Huda yang didirikannya pada tahun 1935. Menariknya, beliau saat mudanya pernah belajar memperdalam ilmu ke tanah Mekkah selama 7 tahun lamanya. Sepulangnya dari Makkah, beliau juga pernah mondok di salah satu pesantren di Jombang, sampai akhirnya beliau datang berdakwah di pulau Bali atas permintaan Datuk Kyai Haji Mochammad Said seorang ulama besar di Loloan untuk menyebarkan Agama Islam. Baca JugaSoal Transfer Raffi Ahmad, Aldila Jelita Merasa Diserang, Pengacara Indra Bekti Cuma Bercanda Maka tidak heran banyak dari warga Kabupaten Jembrana Bali mengikuti ajarannya dengan memeluk agam Islam. 2. Makam Wali Karangrupit, The Kwan Lie atau Syekh Abdul Qodir Muhammad Makam Syekh Abdul Qadir Muhammad terletak di Desa Temukus berada tepat di samping Pura Agung Labuan Aji, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Syekh Abdul Qadir Muhammad datang ke Bali untuk mensyiarkan agama Islam mulai dari Karangasem, Buleleng, hingga Jembrana. Kini makam beliau ramai dikunjungi oleh para peziarah dari dalam dan luar Bali. 3. Makam Wali Bukit Bedugul atau Syekh Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi Makam Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi yang berlokasi di Puncak Bukit Tapak, di tengah area hutan cagar alam kebun Raya Bedugul milik Perhutani Bali yang hutannya masuk sebagai wilayah konservasi. Makam Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi merupakan salah satu Wali di Bali yang berjasa dalam mensyiarkan Islam di kawasan pegunungan Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan dan sekitarnya. Makam Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi ramai dikunjungi peziarah pada hari Sabtu dan Minggu, serta saat Hari Raya Idul Fitri. 4. Makam Wali Kembar Karangasem atau Syekh Maulana Yusuf Al-Baghdi dan Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al-Idrus Makam Keramat Kembar Karangasem di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Di dalam satu cungkup makam kembar ini terdapat makam Habib Ali bin Zainal Abidin al-Idrus berjajar dengan makam tua/kuno yang identitasnya masih simpang siur. Makam kembar Karangasem biasanya ramai dikunjungi peziarah menjelang bulan puasa, atau hari-hari libur. Peziarah mayoritas berasal dari Jawa dan Kalimantan. Sedangkan peziarah dari luar negeri yang datang rutin tiap tahun berasal dari Malaysia, Singapura, dan Maroko. 5. Makam Wali Kusamba atau Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al-Khamid Makam ini terletak di tepi pantai Desa Kusamba, Kecamatan Dawah, Kabupaten Klungkung, Bali. Sewaktu hidupnya, Habib Ali bin Abu Bakar al-Hamid pernah menjadi penasehat dan guru bahasa Melayu bagi Raja Klungkung saat itu, Dalem I Dewa Agung Jambe. Selama menjalankan tugasnya, Habib Ali juga memanfaatkan waktunya untuk berdakwah kepada keluarga istana dan orang-orang yang berhubungan dengannya. Keberadaan makam Habib Ali sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat, baik umat Islam maupun Hindu. Hal ini terbukti dari para peziarah yang tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, melainkan juga dari mereka yang beragama Hindu. 6. Makam Wali Seseh Mengwi, Pangeran Mas Sepuh atau Syeh Achmad Chamdun Choirussoleh Pangeran Mas Sepuh atau Syeh Achmad Chamdun Choirussoleh berlokasi di Banjar Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung. Syekh Achmad Chamdun Choirussholeh atau Raden Amangkuningrat atau Pangeran Mas Sepuh adalah sosok sakti mandraguna putra dari Raja Mengwi I dengan ibundanya adalah putri dari Kerajaan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Pangeran Mas Sepuh datang ke Bali semata-mata ingin menemui ayahnya di Mengwi. Sebab, Pangeran Mas Sepuh tidak pernah bertemu sang ayah sejak lahir ke dunia. Banyak cerita menyebutkan bahwa Raja Mengwi I meninggalkan Blambangan dan kembali ke istananya di Mengwi, saat Pangeran Mas Sepuh masih dalam kandungan. Setibanya Pengeran Mas Sepuh di Kerajaan Mengwi, ternyata sang ayah telah wafat. Terjadilah perselisihan dengan keluarga Kerajaan Mengwi, hingga akhirnya Pangeran Mas Sepuh meninggalkan istana. Saat dalam perjalanan setelah keluar dari Kerajaan Mengwi, segerombolan orang menyerang Pangeran Mas Sepuh. Pertempuran hebat pun terjadi, namun tak satu pun senjata dari gerombolan orang itu yang mampu melukai Pangeran Mas Sepuh. 7. Makam Ratu Ayu Anak Agung Rai atau Raden Ayu Siti Khotijah. Makam Pangeran Sosrodiningrat berlokasi di dekat terminal bus kota Denpasar. Sedangkan makam Ratu Ayu Anak Agung Rai, Dewi Khodijah berada di jalan Batu Karu kota Denpasar Barat, searah dengan jalan menuju perumnas Monang-maning Denpasar. Pangeran Sosrodiningrat adalah seorang senopati dari Mataram yang terdampar di pulau Bali saat sedang berlayar menuju Ampenan pulau Lombok. Di pulau Bali, Pangeran Sosrodiningrat kemudian dimintai kesediaannya oleh Raja I Gusti Gede Pamecutan untuk memimpin prajurit yang sedang berperang melawan Kerajaan Mengwi. Raja Pamecutan juga berjanji kepadanya apabila perang telah usai dan meraih kemenangan, maka ia akan dinikahkan dengan putrinya. Karena jasanya membantu Raja Pamecutan meraih kemenangan, Pangeran Sosrodiningrat akhirnya dinikahkan dengan putrinya, Ratu Ayu Anak Agung Rai. Setelah dipersunting oleh Pangeran Sosrodiningrat, Raden Ayu kemudian memeluk agama Islam dan namanya diganti menjadi Raden Ayu Siti Khotijah. Setelah menikah, Raden Ayu juga bersungguh-sungguh dalam menekuni, mempelajari dan melaksanakan ajaran Islam secara baik. Namun dianggap oleh keluarganya bahwa itu adalah ajar sesat, siti khadijah akan tahu bahwa beliau akan dibunuh oleh utusan sang raja. Sebelum dibunuh dia menyampaikan pesan untuk lemparlah cucuk kondenya ke arah dada siti khadijah sebelah kiri. Jika sudah meninggal, dari badan akan keluar asap. Bila asap yang keluar dari badan saya berbau busuk, meminta untuk dimakamkan sembarangan. Tapi, jika asap dari badan berbau harum, tolong dibuatkan tempat suci yang disebut keramat. Apa yang terjadi benar saja meninggal dengan keadaan bau harum serta makamnya terus menjulang pohon yang dianggap tumbuh dari rambut siti khadijah. Kini makam keduanya ramai menjadi tujuan tempat berziarah bagi para peziarah yang datang baik dari Bali maupun dari luar pulau Bali. *** Jakarta - Pada 10 Ramadhan, istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah meninggal dunia. Dia dimakamkan di sebuah komplek pemakaman bernama Al Ma' sirah Nabawiyah, Siti Khadijah wafat pada bulan Ramadan di tahun ke 10 kenabian. Sesaat sebelum meninggal, wanita yang pertama mengakui kenabian Nabi Muhammad SAW menyampaikan permohonan maaf kepada Rasulullah SAW."Ya Rasulullah Aku memohon maaf kepadamu, jika selama menjadi istrimu aku belum berbakti kepadamu," kata Khadijah seperti dikutip Tim Hikmah detikcom dari Kitab Al-Busyro fi manaqib sayyidati khodijah Al Kubro halaman 16. Namun, nabi Muhammad SAW menjawab, "Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya." jawab Nabi Muhammad Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun di pangkuan Rasulullah SAW. Beliau dan Rasulullah SAW dikaruniai enam orang anak, yaitu Abdullah, Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Fatimah Az-Zahra dan Ummi KalsumBeliau kemudian dimakamkan di Komplek pemakaman Al Ma'la atau Mu'alla yang berada di sebelah timur Masjidil Haram. Letaknya pun menghadap kiblat ke arah masjidil Haram. Menurut Haramain Sharifain, beliau diyakini wafat pada 10 Ramadan."Tempat peristirahatan Ummul Mu'mineen Khadijah RA, istri pertama Nabi Muhammad dan dimakamkan di pemakaman Mu'alla di Mekkah bersama putra sulung mereka, Qasim. Khadijah diyakini meninggal pada 10 Ramadan."Melansir situs Kemenag, komplek pemakaman Ma'la tak seperti kebanyakan pemakaman umum di Indonesia. Setiap makamnya tanpa nisan dan gundukan, hanya sebuah batu besar sebesar kepalan tangan orang dewasa sebagai merupakan nama salah satu kawasan di kota Mekkah, sejak dahulu sudah jadi tempat pemakaman nenek moyang bangsa Arab yang bermukim di Kota Mekkah. Menurut situs Welcome Saudi, di sini pula dimakamkan ibu dari Nabi Muhammad Siti Aminah, Kakek tercinta Abdul Muthalib hingga Paman Nabi Abu Thalib. Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat" [GambasVideo 20detik] elk/elk Ke Bali, jika khawatir terlalu terkesan profan, ada baiknya diselingi ritus ziarah makam. Sekedar napak tilas dakwah Islam atau bertawassul, semua tak ada jeleknya, Inilah pariwisata Bali dengan kemasan religi. Ada tujuh pesona situs wali di Bali diantaranya adalah 1. Pangeran Mas Sepuh alias Raden Amangkurat, yang punya nama Bali, Ida Cokordo. Ia putra Raja Mengwi I yang menikah dengan seorang putri muslimah dari Kerajaan Balambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. 2. Dewi Khotijah Dewi Khadijahatau dikenal sebagai makam Keramat Pamecutan, terletak di Jalan Batu Karu, Pamecutan, Kampung Monang-Maning, Denpasar. Dewi Khadijah, bernama asli Ratu Ayu Anak Agung Rai 3. Syaikh Umar bin Maulana Yusuf al-Maghribi yang makamnya berada di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem 4. Habib Ali Zainal Abidin Al-Idrus yang juga dimakamkan di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem. 5. Habib Syaikh Mawlaya Yusuf al-Baghdadi al-Maghribi, yang dimakamkan tidak jauh dari makam Habib Ali bin Zainal Al-Idrus di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem. 6. Habib Ali bin Abubakar bin Umar al-Hamid, makamnya terdapat di Desa Kusumba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Makam keramat ini terletak tak jauh dari selat yang menghubungkan Klungkung dengan pulau Nusa Penida. 7. Syaih Abdul Qadir Muhammad, yang nama aslinya Thee Kwan Pau-lie, di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Namun dari dua makam wali yang sempat terjamah ziarah, makam Raden Siti Khotijah memberi kesan tersendiri. Hujan mengguyur deras waktu rombongan keluarga MAN Tambakberas ziarah kesana. Hari itu, Rabu, 28 Desember 2010, bersamaan dengan kaum Hindu melaksanakan peribadatan di areal makam. Makam Siti Khotijah nama ini seperti yang tertulis di bangunan areal makam sepertinya hanya satu-satunya bangunan bernafas Islam di area seluas 9 ha pura milik raja Pamecutan di Denpasar. Siti Khotijah sendiri adalah putri kesayangan raja Pamecutan yang menikah dengan pangeran Cakraningrat IV dari Madura. Setelah menikah, dia masuk Islam dan mengikuti suaminya ke Madura. Suatu hari, raja Pamecutan melaksanakan hajat upacara besar, Ngaben. Khotijah, disamping rindu kampung halaman juga sangat ditunggu oleh ayahnya yang lama tak bertemu. Pulanglah ia dikawal 40 orang terdiri dari 20 pengawal dan 20 dayang. Suatu maghrib, Khotijah hendak melaksanakan sholat dengan mengenakan rukuh. Sang Patih yang melihat penampilannya mengira Khotijah sedang melaksanakan ritual per-Leak-an. Lazimnya, penganut leak melaksanakan ritual pada saat menjelang pergantian siang dan malam. Dan hukum yang berlaku di kerajaan Pamecutan adalah menghukum mati semua penganut leak. Kejadian hari itu dilaporkan Patih kepada raja Pamecutan. Dengan hati sedih, raja menyuruh kepala pengawal untuk membawa sang Putri ke sebuah taman dan mengeksekusinya disana. Saat dibawa ke taman, sang Putri mengetahui maksud para utusan raja. Diapun melambari dengan perkatannya " Aku tahu maksud kalian. Tapi ketahuilah bahwa tubuhku tak mempan senjata apapun. Kalau kau ingin melaksanakan titah raja, lakukan dengan senjataku ini. Tapi ingat, kalau jenazahku nanti berbau busuk, berarti aku memang betul2 penganut leak, tapi jika tubuhku wangi, maka aku tidak bersalah", kata Putri sambil menyerahkan sebatang tusuk konde emas yang dibungkus daun sirih, senjata yang diberi suaminya, Cakraningrat sebagai bekal untuk berjaga-jaga selama di Bali. Sebelumnya Sang Putri mewanti-wanti agar dibangunkan makam Islam di tempat dia terbunuh. Semerbak harum dupa menjelajah seluruh area taman raja Pamecutan, begitu darah putri mengalir seiring tusuk konde yang ditusukkan Sang Pengawal ke tubuh Sang Putri. Sesuai pesan putrinya, raja Pamecutan membuatkan makam Islam untuk putri kesayangannya dan memerintahkan Kepala Pengawal untuk menjaga kuburannya hingga ke anak turunnya nanti, meskipun mereka tetap menganut ajaran Hindu. Di samping makam Siti Khotijah tumbuh pohon keramat yang konon berasal dari rambutnya. Daun pohon ini diyakini mempunyai khasiat penyembuhan, tidak saja bagi peziarah Islam, tapi juga para penganut Hindu di sekitarnya. Sedangkan 40 pengawal dari Madura di anugerahi tanah dan tak boleh kembali ke Madura. Mereka ini menjadi cikal bakal penghuni kampung Jawa yang terkenal itu. Satu hal yang menurut saya unik adalah, pak Mangku, juru kunci, cucu Kepala pengawal raja Pamecutan itu penganut Hindu tulen. Beberapa makam wali di Bali juga dijaga juru kunci dan diziarahi para penganut Hindu pada hari peribadatan, mereka membakar kemenyan di tempat tersebut. Yang meninggal saja bisa mengayomi beberapa umat, mengapa yang hidup tidak? Wali Pitu Bali – Salah satu tujuan pariwisata di Bali yang banyak diminati oleh wisatawan muslim yang sedang datang untuk liburan di Bali ialah Paket Ziarah Wali Pitu Bali. Paket perjalanan wisata rohani atau wisata religi ini banyak dicari oleh kalangan pengajian, pesantren maupun individual yang ingin napak tilas wali pitu di keberadaan para penyebar agama islam ini pada jaman dahulu membuat Pulau Bali banyak memiliki penganut Agama Islam. Dan walaupun para pemuka agama tersebut sudah tiada, namun keberadaan makam keramat bliau juga sangat sering di kunjungi oleh para wisatawan yang ada 7 buah makam keramat yang sering di kunjungi oleh para wisatawan yang datang ke Bali. Untuk itu kami merangkum halaman Wali Pitu Bali ini sebagai bahan refrensi anda saat akan mengunjungi makam keramat di Bali Wali Pitu di BaliHabib Ali bin Umar Bafaqih Desa Loloan Barat, Kabupaten Jembrana Raden Mas Sepuh/ Pangeran Mangkuningrat Pantai Seseh, Kabupaten Badung Habib Ali bin ABu Bakar bin Umar bin Abu Bakar Al Hamid Pantai Kusamba, Kabupaten Klungkung Habib Ali Zainal Abidin Al Idrus Bungaya, Kabupaten Karangasem Syekh Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi Kabupaten Karangasem Habib Umar bin Maulana Yusuf Al Maghribi Bedugul, Kabupaten TabananSyekh Abdul Qodir Muhammad Karangkupit Temukus, Kabupaten Buleleng Menurut pustaka lainnya, juga terdapat salah satu makam lainnya yang sering di kunjungi oleh para jamaah rohani, ialah makam Siti Khadijah putri dari Raja Cokorde Pemecutan III yang masuk agama Islam setelah menikah dengan Prabu Cakraningrat IV yang berasal dari Bangkalan Madura. Terlbih lagi lokasi makam ini berada di kawasan Kota Denpasar, jadi sembali checkin di hotel tempat menginap, banyak wisatawan yang mampir ke lokasi makam-makam ini juga banyak berada di sekitar pemukiman masyarakat Hindu, bahkan perkembangan Agama Islam di Bali ini juga di hormati oleh warga Hindu sekitarnya. Serta banyak makam-makam yang di jaga oleh masyarakat Hindu sehingga toleransi di Bali sangat dan Lokasi Makam KeramatHabib Ali bin Umar Bafaqih – Bliau adalah seorang wali yang selama hidupnya banyak menyebarkan Agama Islam di kawasan Kabupaten Jembrana. Bliau merupakan tokok Islam yang berasal dari Kota Banyuwangi yang datang ke Pulau Bali pada tahun 1917. Bliau mendapatkan pendidikan agama islam dari Mekah tahun 1935 dan wafat di usia 107 Tahun pada tahun 1997. Bliau juga mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang bernama Syamsul Huda berlokasi di Kampung Ampel Loloan Barat, Kabupaten Jembrana. Raden Mas Sepuh/ Pangeran Mangkuningrat – Yang merupakan anak dari Raja Mengwi ke V yang menikah dengan anggota keluara Kerajaan Blmbangan di Jawa Timur. Semasa kecil, Pangeran Mangkuningrat ini banyak di asuh oleh ibundanya di Blambangan. Dan saat ia beranjak dewasa, ia memutuskan untuk pergi ke Pulau Bali untuk menemui sang ayah yang berada di Kerajaan Mengwi. Saat ia datang ke tersebut terjadilah kesalahpahaman diantara keluarga di Bali, dan karena dirasa tidak ada jalan keluar maka Pangeran Mas Sepuh ini memutuskan untuk kembali ke Blambangan. Namun saat diperjalanan pulang terjadi keributan dengan sekelompok orang bersenjata yang tidak cerita yang mengatakan pada pertempuran tersebut bliau meninggal, ada yang mengatakan bahwah pertempuran tersebut dimenangkan oleh Pangeran dan bliau memutuskan untuk tinggal dan menetap di daerah Pantai Seseh dan akhirnya meninggal lalu dimakamkan disana. Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar bin Abu Bakar Al Hamid – Konon pada dahulu kala, bliau merupakan Guru sekalian seorang penerjemah Bahasa Melayu bagi raja Klungkung dan ia sangat dipercaya oleh Baginda Raja. Sehingga bliau banyak diberikan hadian oleh sang Raja dan juga sebuah tanah untuk pendidikan yang bebas dari Pajak di daerah Kusamba hingga saat sayang ternyata kedekatan bliau dengan raja membuat seorang Patih cemburu dan berecana untuk membunuhnya melalui tangan pembunuh bayaran. Sehingga suatu hari saat Habib Ali sedang keluar kompleks istana dengan menaiki kuda pemberian sang Raja terjadilah pertarungan sehingga menyebabkan Habib tewas dan mayatnya ditemukan oleh masyarakat sekitar lalu dikebumikan di Desa pada malam hari setelah di kebumikan, makam bliau mengeluarkan kobaran api yang besar lalu api tersebut bagaikan bola api yang terbang mencari para pembunuhnya di tempat persembunyian lalu menghanguskan mereka satu-persatu hingga tak tersisa. Habib Ali Zaenal Abidin Al Idrus – Merupakan seorang kuncen juru makam yang menjaga makam kuno. Semasa hidupnya ia juga merupakan seorang ulama besar yang arif dan bijaksana serta memiliki banyak santri yang berasal dari Bali, Lombok dan daerah sekitarnya. Makam Keramat Habib Ali Zaenal ini berlokasi di Kuburan Banjar Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Ali Zaenal Abidin Al Idrus selain sebagai guru ngaji, ia juga merupakan guru tasawuf dan juga guru silat. Dan bliau memiliki tiga orang istri yang mana dari istri pertama memiliki delapan anak, istri kedua memiliki lima anak dan istri terakhir tidak memiliki makam Habib Ali Zaenal Abidin Al Idrus di jaga oleh putra ke-enam Habib, yang bernama Habib Muchdor. Dimana saat itu anaknya yang memprakarsai pembangunan makam dan kemudian penjagaan makam di wariskan kepada adik-adiknya. Syekh Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi – Tepat di sebelah makam Habib Ali Zaenal Abidin Al Idrus, terdapat sebuah makam kramat yang tidak seorang pun tau asal usul dari makam tersebut. Diperkirakan makam tersebut sudah ada sekitar 350-400 tahun sebelumnya. Diperkirakan makam tersebut dimiliki oleh Syekh Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi, soorang tokoh islam di jamannya. Ada kabar yang berkembang, dimana saat letusan dahsyat Gunung Agung yang begitu hebat, makam ini tidak sedikit pun terkena muntahan lahar maupun hujan abu, bahkan makam ini tidak tersentuh walaupun hanya sebutih pasir. Padahal disekitar makam ini porak-poranda semuanya hancur tak tersisa. Habib Umar bin Maulana Yusuf Al Maghribi – Merupakan seorang wali yang termasuk dalam Wali Pitu Bali yang banyak berjasa memberikan ajaran-ajaran keagamaan Islam di kawasan Desa Candikuning Bedugu, Kecamatan Baturiti, Tabanan dan sekitarnya. Sebelum Habib Umar bin Maulana Yusuf Al Maghribi wafat sekitar abad XV, ia sempat membuat kerajan yang bernama kerajaan Beratan. Hingga pada suatu waktu bliau menjadi puncak bukit untuk bersemedi di puncak bukit. Karena tidak pernah kembali, maka tempat tersebut dibuatkan makam. Hingga saat ini banyak para peziarah yang datang ke puncak bukit ini dimana anda harus berjalan kurang lebih 3 jam jalan kaki menelusuri hutan belantara. Syekh Abdul Qodir Muhammad – memiliki nama lahir yang bernama The Kwan Lie, ia merupakan seorang pengawal Putri Ong Tien yang berlayar menuju Cirebon untuk menikah dengan Sunan Gunung Jati. Dimana setelah tiba disana ua memutuskan untuk berguru ajaran islam kepada. Setelah lama berlajar ilmu islam, ia pun mendapatkan nama Syekh Abdul Qadar Muhammad dan ditugaskan untuk memulai berdakwah di pesisir Pulau Bali mulai dari kabupaten Karangsem, Kabupaten Buleleng hingga Kabupaten ini di samping makam Syekh Abdul Qadar Muhammad teradpat beberapa makam tak bernama yang disebut sebagai murid dari Syekh Abdul Qadar Muhammad. Lokasi makam kramat ini berada di daerah Pantai Lovina berlokasi di pinggir jalan besar yang menghubungkan Gilimanuk dengan Kota Singaraja Bali memang memiliki banyak pesona wisata yang memukai baik itu alam, kebudayaan, kuliner hingga tempat ibadah banyak dicari oleh masyarakat di Bali. Baca juga daftar masjid dan mushollah di Bali, yang bisa menjadi refrensi anda untuk singgah saat hendak sholat di Bali. Atau anda juga bisa melihat refrensi halaman daftar kuliner rumah makan halal di Bali.

sejarah makam siti khadijah di bali