CerpenCinta Beda Agama : "Terpisah oleh Pagar Tuhan". Malam semakin larut ditambah lagu melodi mendayu yang terdengar. Ditemani secangkir kopi Mocca favoritku. Pukul 22.00 Tepat aku masih menunggu Sobatku, Mario. Ia adalah teman ku yang belum lama ku kenal tapi kami sudah sangat akrab bak saudara kandung. Keakraban ku bersama Mario dimulai BokepInternet Online Cinta dan Mimpi April 13th, 2019 - Tapi ini sudah menginjak tahun kelima Jamal memelihara cinta tak kesampaian ini Usianya kian mendekati kepala tiga Cukup mengherankan ia tetap memeliharanya terus Rasanya tak layak cinta itu dipelihara terus Ia harus diberangus Lala bukanlah gadis terakhir yang hidup di dunia Untuk itu azfA0. Cerpen Karangan AnnisaverioKategori Cerpen Cinta Sedih Lolos moderasi pada 14 April 2015 Cinta itu bukan apa yang difikirkan oleh akal, tapi cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati. Tidak ada yang salah dengan cinta, tidak ada yang salah dengan takdir, yang salah adalah jika kita terlalu memaksa kehendak kita untuk mempersatukan cinta yang tak mungkin bersatu. Dengan mengenakan seragam putih abu-abu yang lengkap dengan atribut, aku dan teman-temanku berjalan menyusuri koridor sekolah, kami bergegas menuju kantin karena sepertinya cacing di perut kami sudah berontak. Saat kami berjalan melintasi lapangan sekolah, seseorang memanggil temanku, “Dina!!”. Tak hanya Dina, kami pun menoleh ke arah orang itu, seorang lelaki dengan rambut jikrak dan celana abu-abunya yang agak kuncup sedikit menarik perhatianku. Dia tersenyum ke arahku, ia lalu bertanya pada sahabatku, Dina “Din, cewek yang di sebelah kananmu nama siapa?”, “oh, namanya niknuk” jawab sahabatku, “iih, bukan niknuk tau, namaku ayuni” aku menimpali pembicaraan mereka. Setelah itu aku menarik teman-temanku untuk segara bergegas ke kantin. Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku dan juna cowok yang membuatku tersipu malu semakin akrab. Kami saling berbagi kisah, sewaktu-waktu sangat kami sedang duduk di lapang sekolah, ia menyatakan cintanya padaku “kamu mau gak jadi pacarku?” aku sangat senang mendengar pernyataannya itu. Tanpa fikir panjang, aku pun mengiyakannya. Satu tahun berlalu kami jalani hubungan kami, hingga akhirnya kami menemukan titik terang bahwa kami tidak akan mungkin bisa bersama. Bukan karena adanya orang ketiga atau selisih paham di antara kami, tapi karena takdirlah yang memisahkan kami. Perbedaan agama memisahkan kami, dua insan yang saling mencintai.. Aku dan dia kukuh pada agama yang kami anut, sangat tidak mungkin jika kami bersatu, meskipun masih ada rasa cinta di dalam hati. Tidak mungkin mengorbankan agama karena terlalu memaksa kehendak untuk bersama.. Bukan cinta yang salah, bukan takdir yang salah, dan bukan rasa yang salah. Karena pada akhirnya semua akan menemui titik terang. Cerpen Karangan Annisaverio Facebook Annisaverio Ayuni Cerpen Satu Hati Beda Keyakinan merupakan cerita pendek karangan Annisaverio, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Impian Terindah Ku Oleh Nova Oktalia Aku hanya seorang ibu rumah tangga, seorang perempuan yang lemah dan tak berdaya bila disakiti suamiku, baik secara fisik maupun batin, sudah hampir 3 tahun kami menikah dan mempunyai Gerimis Merah Part 2 Oleh Arief Agoomilar Motor itu masih melaju membelah genangan air yang mulai bermunculan di sepanjang jalan, membawa sejuta harapan untuk bertemu dengan kekasihku yang tentu sudah sedari tadi menunggu. Kini embun di Two Persons Who I Loved Oleh Arta Rafian Kumpulan awan putih menghilang terganti dengan cerahnya langit biru. Kabut lebat yang menutupi pandangan mata kini menghilang. Terlihat jam tangan Rian menunjukkan pukul 0630 pagi. Sekolah masih terlihat sepi Firra dan Gerimisnya Oleh Nurwidya Yuliastini “Firaaaa…!” saat kuteriaki wanita itu, dia hanya menoleh tak berkata sedikitpun, ia hanya melihatku dengan wajah yang aku lihat di matanya banyak beribu cerita yang sulit kujelaskan, matanya yang “Love” Rasa Yang Tak Akan Pernah Mati Oleh April lia Cinta. Satu kata penuh makna yang indah. Melebihi kilauan berjuta bintang di langit. Cinta. Semanis senyum yang terlukis di wajahmu. Ya, setiap lekuk wajahmu yang memancarkan keindahan. Sungguh mempesona “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" -> Seseorang yang aku cintai tapi berbeda keyakinan Gw lahir di Jakarta . Sampe gw menduduki bangku SMA pun gw di Jakarta. Alhamdulillah selama ini gw masuk dengan bangga. Saat gw ingin melanjutkan kuliah, Bonyok gw nyuruh gw kuliah di Bandung. Awalnya gw sih sedih soalnya pisah sama kedua orangtua gw. Tapi alhamdulillah gw tinggal dengan keluarga besar tante gw yg sama baiknya kayak keluarga gw. Gw betah banget tinggal disana. Tahun 2008 gw mulai kuliah di Universitas Padjajadran Bandung. Senang disini karena semua teman-teman di Bandung kekeluargaan semua dan solid banget. Saat itu gw punya prinsip kalo selama di Bandung , Gw ga mau pacaran sama orang Bandung. Ga tau tuh prinsip datang dari Tapi semua omongan gw kemakan. Suatu hari gw pergi sama temen gw dan mau dikenalin sama temannya karena dia mau antar undangan temennya. Ga tau kenapa waktu itu gw males banget. Tapi karena temen gw maksa akhirnya gw ikut. Saat gw liat dan dikenalin tmn gw bah ternyata yg dikenalin cowo ganteng parah lah gw suka banget karakternya dari awal gw liat. Emang si ganteng itu relative, tapi emang aneh dari sekian cowo di bandung gw baru tertarik banget sama cowo ya sama dia..Deg-degan sih waktu salaman sama dia. Saat itu gw gencar banget cari tau tentang dia ke temen gw..singkatnya aja deh banyak si cobaan saat gw pedekate ma dia. Entah banyak pikiran aneh2 lah gara2 beda agama. Tp justru disinilah gw ngerasa perbedaan itu makin terasa indah saat dijalani. Setelah itu gw dekat dengan pria bandung ini. Hampir lebih dari sebulan kita saling mengenal karakter masing-masing. Karena cocok dan nyaman akhirnya gw nekad pacaran sama orang yang berbeda agama. Dia Pria kelahiran 29 Desember 1990 Suku Batak dan beragama kriten. gubraakk.... Jauuh banget kan bedanya ma gw.. Gw suku Jawa timur dan lahir 30 oktober 1990 dan beragama islam. Tapi ga tau gw nyaman banget bicara sama dia dan gw sayang banget sama dia.. banyak kejadian-kejadian lucu yang ga pernah bisa gw lupain sampe sekarang. inndaah banget pacaran sama dia. sampaii akhirnya gw harus putus. Karena ga mungkin kita ngelanjutin hubungan yang sangat sangat berbeda prinsipnya. sampe sekarang alhamdulillah hubungan kita tetap baik-baik ga pernah bermusuhan. satu-satunya mantan gw yang paling gw sayang dan berkesan seumur hidup gw. Tapi keputusan untuk berpisah ga membuat gw harus bergalau-galau terus. yang terpenting sekarang gw harus mendoakan masa depan dia dan mendoakan yang terbaik buat berharga buat gw adalah saat gw bisa menghargai perbedaan satu sama lain, kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan saling mensupport satu sama lain walaupun agama kita BEDA..sempet gw menangis sebulan lebih mikirin nih mantan smpai skg akhirnya gw ikhlas ngelepasin dia asal dia bisa bahagia dan temuin jauh lbh baik dr gw dua kali lipatlah..krn gw tau dia sangat baik sekali dan ga pantes disakiti.. Puisi ini gw buat sendiri lho sesuai dengan perasaan gw saat itu. emang si puisi gw emang ga sebagus sastra puisi lain yg udah blooming. Tapi bagi gw puisi ini menyentuh banget dan punya makna tersendiri simak baik-baik ya... Judulnya " Teruntuk Patar" J Patar... Dia datang di hidupku tiba-tiba... Patar... Dia masuk ke jiwaku secara perlahan... Patar... Seseorang yang aku kagumi sejak awal melihat matanya... Patar... Seseorang yang penuh kelembutan dan kasih sayang... Patar... Seseorang yang mengajarkan arti keindahan... Patar.. Seseorang yang mengerti keadaanku disaat aku sedih maupun merasakan sakit yang tak tertahan... Patar... Seseorang yang sangat berarti bagi hidupku... Patar... Seseorang yang bisa menjadi multifungsi dalam segala hal. Terkadang dia bisa sebagai teman, kakak dan pacar tentunya... Patar... Selalu melindungiku disaat hujan turun, dia selalu mengingatkan jaket, payung dan yang paling aku ingat dia tidak pernah berhenti mengingatkan ini semua... dan aku yang akan selalu menemaninya dengan kesetiaanku... Patar... mengajarkanku arti ketulusan dan saling menghargai Tapi kenyataannya... Patar... adalah seseorang yang berbeda denganku... dan bila suatu saat itu semua tidak mungkin terjadi , Aku harap ini karena waktu bukan karena suatu kesalahaan... *End Semua puisi yang gw buat ini real banget.. dan murni 100% sesuai dengan semua yang gw tulis.. Sampai akhirnya gw putus sama dia bukan karena suatu kesalahan bukan karena gw atau dia selingkuh ataupun karena tidak cocok.. Tapi semuanya berakhir karena waktu. Waktu yang mengharuskan gw berpisah ma dia. waktu dimana kita harus merelakan satu sama lain bahagia. Waktu dimana gw harus menjalankan masa depan gw dan dia harus menjalankan masa depan dia.. Semoga kamu selalu bahagia ya Patar.. amin -. Suatu ketika malam telah tiba, aku berbaring di atas kasur tempat aku tidur sambil memainkan telepon genggam milikku. Tidak lama kemudian di salah satu sosial media ada seseorang yang ingin menjadi temanku, ia bernama Rajat Pundeer. Aku pun jadi penasaran dengannya. Lalu aku lihat profilnya, ternyata dia bukan orang Indonesia, melainkan orang India. “Mungkin dia bisa menjadi teman baikku,” ujarku dalam hati sambil tersenyum. Lalu aku konfirmasi pertemanan. Seketika aku teringat sesuatu, Aku dan Dia berbeda negara, bagaimana cara kami berkomunikasi. Benar saja, dia memulai percakapan “Hi,” lalu aku pun menjawab “Hi.” Pada saat berkenalan aku berkata jujur kepadanya bahwa aku kurang lancar berbahasa Inggris. Dia sangat baik dan dia memaklumi hal itu. Jadi setiap kali sms dia selalu menggunakan bahasa Inggris yang sederhana simple supaya aku mudah untuk memahaminya. Di mana pun aku berada kami tidak pernah putus komunikasi, kadang saat aku masih belajar di kampus. Serta saat aku berada di rumah teman, dan kadang saat dia berada di bus, di rumah pamannya ataupun saat dia sedang bermain dengan teman-temannya. Waktu terus berjalan, aku mulai merasa nyaman dengannya, pada saat itu aku di kamar. Aku tersenyum sambil berkata dalam hati “oh Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi?” Dia berbicara ke Aku, “Jika ada pria yang beda agama denganmu, maukah kamu mengubah agamamu jika menikah nanti?”. Lalu dengan cepat aku menjawab “tidak, aku tidak bisa mengubah agamaku.” Selanjutnya dengan mimik sedih dia berkata “tapi, aku merasa nyaman denganmu, aku menginginkanmu untuk terus bersamaku.” Aku pun menjadi sedih. Aku berusaha untuk membuatnya tersenyum dengan berkata “aku juga nyaman denganmu, tenang saja aku akan terus bersamamu, hingga tuhan yang benar-benar memisahkan kita.” Suatu malam, pukul 2000 WIB aku merenung di kamar. “ya Tuhan, apa yang sudah aku ucapkan kepada Rajat kemarin? Kami berbeda agama dan negara, mana mungkin bisa bersama? Tapi dia adalah lelaki yang sangat baik, aku belum pernah menemukan lelaki sebaik dia di Indonesia. Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa menjalani, bertemu atau tidaknya aku dengan dia biarlah menjadi keputusan Tuhan.” Sering sekali ketika kami sms membahas agama, kami menjadi sedih. Saat itu kami putuskan untuk tidak membahasnya lagi. Kami memang belum bisa bertemu, tapi kami selalu bertatap muka lewat video call. Aku menjadi kesenangan tersendiri bagi kami bisa bertatap muka. Kami paling sering bertatap muka pada saat pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari ketika aku hendak istirahat dan ketika ia sedang berkumpul dengan keluarganya. Negara kita berbeda waktu 2 jam, jadi kadang aku sudah bangun di pagi hari, dia masih tidur, aku sudah tidur di malam hari, dia masih melek dan berbincang dengan keluarganya. Aku juga sering bertatap muka dengan kakak perempuannya, ibunya, dan teman-temannya, mereka sangat ramah. Hari-hari telah kami lewati bersama dan tak terasa hubungan kami sudah terjalin kurang lebih 3 bulan, waktu yang hanya sebentar untuk kami saling beradaptasi yang akhirnya saling tidak ingin kehilangan. Aku sedikit merenung dan berharap “aku ingin suatu saat dia mau mengubah agamanya untukku dan tinggal bersamaku di Indonesia atau aku berharap Tuhan mempertemukan aku dengan lelaki seperti dia namun dengan agama yang sama denganku dan negara yang sama pula.” Tuhan hanya satu, dan semua agama itu baik. Mencintai ciptaan Tuhan dengan agama yang berbeda tidaklah salah. Pagi ini pukul 0730 WIB aku berada di kamarku sambil menulis cerpen yang menceritakan tentang kamu dan aku, bila mengingat kisah kita yang berbeda agama ini membuat aku sedih. Tapi aku yakin pasti ada jalan terbaik untuk kita, Tuhan mendengarkan kita. "Kita gak bisa untuk melanjutkan hubungan ini lagi Hanin." Tian mengatakan hal tersebut secara tiba-tiba. Untung saja pada saat itu Hanin sudah selesai meminum-minumannya. "Jangan bercanda, Tian." Tian menggeleng pelan, "Aku gak bercanda." Air mata sudah menetes dari kedua pelupuk mata Hanin. Tian yang melihat itu tak sampai hati, dia pun menggenggam tangan Hanin guna menenangkan gadis berhijab itu. "Seharusnya dari awal kita gak menjalani hubungan ini. Kita sama-sama udah tau kan ujungnya bakal begini." Hanin mengangguk tanda mengiyakan perkataan Tian namun hatinya masih tak rela untuk melepaskan pria itu. "Tapi aku sudah terlalu jatuh Tian. Apa kita gak bisa tetap melanjutkan hubungan ini?" Tian menggeleng dengan tatapan sendu. "Kamu tahu kalau papaku seorang Pendeta, aku gak mungkin bisa meninggalkan agamaku. Kamu juga begitu, gak diberi restu orang tua kamu untuk bersama dengan ku bukan?" Hanin menghapus air matanya sendiri. "Oke kalau itu kemauanmu. Aku mencoba untuk menerima semuanya meskipun sulit. Tapi aku bolehkan minta satu hal sama kamu untuk yang terakhir kalinya?" Tian mengangguk, "Boleh apapun itu untukmu." "Aku ingin memelukmu untuk terakhir kalinya Tian." Setelah Hanin mengatakan itu mereka berdua pun berpelukan. Menumpahkan seluruh perasaan terluka mereka bersama dengan derasnya air mata yang mengalir. Seolah bumi pun merasa sedih, hujan pun turun dengan derasnya. *** Ditulis 24 November 2017Dipublikasi 13 Januari 2018

cerpen cinta beda agama