Masukkanair secukupnya ke dalam alat pemanas (gambar (a)). Ukurlah suhu air mula-mula dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air tiap 3 menit selama 9 menit (0 menit, 3 menit, 6 menit dan 9 menit). Anda membutuhkan kalor untuk menaikkan suhu air hingga mendidihkan air
Sebagaicontoh, kalor jenis air 4.200 J/kg °C, artinya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 °C adalah 4.200 J. Kalor jenis suatu zat dapat diukur dengan alat kalorimeter. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu suatu benda bergantung pada :
Panasdan kerja merupakan dua besaran yang saling berhubungan. Hal ini telah dibuktikan oleh Joule dengan percobaannya yang dilakukan pada tahun 1840-an. Dengan percobaannya itu, Joule dapat memperlihatkan bahwa suhu air dapat dinaikkan hanya dengan gesekan sudu - sudu yang digerakkan dengan jalan menjatuhkan beban.
terjawab• terverifikasi oleh ahli pemanas A yang berdaya 200 watt dapat menaikkan suhu 200 gram air sebesar 20°C dalam waktu 105 detik. Pemanas B digunakan untuk memanaskan 200 gram air sebesar 20° dalam waktu 140 detik. Jika pemanas B memiliki efisiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air 4,2 J/gK , daya pemanas A adalah 1
PemanasA yang berdaya 200 watt dapat menaikkan suhu 200 gram air sebesar 200C dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 watt digunakan untuk memanaskan 200 gram air sebesar dalam waktu t. Jika pemanas B memiliki efisiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air 4,2 J.g−1.K−1, t sama dengan
Didalam sebuah bejana besi bermassa 200 gr terdapat 100 gr minyak bersuhu 10 o C. Di dalam bejana dimasukkan 50 gr besi bersuhu 75 o C. Bila suhu bejana naik 5 o C dan kalor jenis → Proses menaikkan suhu air 0 o C hingga menjadi air 5 o C, kalor yang diperlukan namakan Q 2 Q 2 Suhu di C dapat dicari dengan persamaan laju perpindahan
200 gram x 4,18 J gram-1K-1 x 6 K = 5016 Joule = 5,016 kJ NaOH Alkohol merupakan bahan yang mudah terbakar dan biasa digunakan untuk mengisi lampu spiritus atau lampu pemanas sayuran yang dihidangkan di atas meja. Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu air dapat dihitung dengan menggunakan rumus : q = m x c x (t Dengan menggunakan
Elemenpemanas sebuah kompor listrik 110 V mempunyai hambatan 20 ohm. Jika kompor ini digunakan untuk memanaskan 1 kg air bersuhu 20 o C selama 7 menit dan dipasang pada tegangan 110 V maka suhu akhir air (kalor jenis air = 4.200 J/kg o C) 23,7 o C; 43,7 o Es bermassa M gram bersuhu 0 o C dimasukan ke dalam air bermassa 340 gram suhu 20 o C
13 Tujuan. Berikut tujuan pelaksanaan praktikum kalorimeter: a.Dapat menentukan suhu setimbang dan menghitung suhu setimbang yang dicatat sebagai Tc . b.Dapat menguraikan hasil analisis mengenai suhu tertinggi (Tc) yang diperoleh pada pengulangan pertama dan kedua.
xpOS. BerandaPemanas A yang bersaya 200 watt dapat menaikkan su...PertanyaanPemanas A yang bersaya 200 watt dapat menaikkan suhu 200 gram air sebesar 2 0 ∘ C dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 watt digunakan untuk memanaskan sejumlah air sebesar dalam waktu 140 detik. Jika pemanas B memiliki efiiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air 4 , 2 J ⋅ g − 1 ⋅ K − 1 , banyaknya air yang dipanaskan pemanas B adalah....Pemanas A yang bersaya 200 watt dapat menaikkan suhu 200 gram air sebesar dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 watt digunakan untuk memanaskan sejumlah air sebesar dalam waktu 140 detik. Jika pemanas B memiliki efiiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air , banyaknya air yang dipanaskan pemanas B adalah....400 gram300 gram200 gram100 gram50 gramPembahasanPerdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!448©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
Kalor adalah salah satu bentuk energi berupa panas yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah jika kedua benda saling bersentuhan Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 159. Mudahnya, energi panas yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah disebut kalor. Tingkat panas benda dinyatakan dengan suhu. Setiap benda memiliki tingkat panas tertentu, karena di dalam suatu benda dapat terkandung energi panas. Kecepatan perpindahan panas pada benda yang bersuhu rendah sangat bergantung pada zat massanya. Misalnya, untuk menaikkan suhu 200 g air, memerlukan energi panas yang lebih besar daripada 100 g air. Pada suhu yang sama, zat yang massanya lebih besar mempunyai energi panas yang lebih besar pula. Satuan Kalor Dapat disimpulkan bahwa kalor adalah besaran, dan tentunya memiliki satuan. Apa itu satuan kalor? Sebagai bentuk energi, dalam SI kalor mempunyai satuan joule J. Satuan kalor yang populer sering digunakan pada bidang gizi adalah kalori dan kilokalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air hingga naik sebesar 1oC. Satu kalori sama dengan 4,184 J, atau sering dibulatkan menjadi 4,2 J. Kalor dan Perubahan Suhu Benda Secara umum, suhu benda akan naik jika benda itu mendapatkan kalor. Sebaliknya, suhu benda akan turun jika kalor dilepaskan dari benda itu. Air panas jika dibiarkan lama-kelamaan akan mendingin mendekati suhu ruang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian kalor dilepaskan benda tersebut ke lingkungan sekitar. Selain jumlah kalor dan massa benda, hal apal agi yang memengaruhi kenaikan suhu? Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda hingga suhu tertentu dipengaruhi juga oleh jenis benda. Misalnya, minyak membutuhkan lebih banyak kalor jika dibandingkan dengan air. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan kalor jenis beberapa bahan. Bahan Kalor Jenis J/ Air Alkohol Aluminium 920 Karbon 710 Pasir Grafit 664 Besi 450 Tembaga 380 Perak 235 Secara umum kalor dan perubahan suhu memiliki hukum seperti di bawah ini. Kalor untuk menaikkan suhu benda bergantung pada jenis benda itu. Makin besar kenaikan suhu benda, kalor yang diperlukan makin besar pula. Makin besar massa benda, kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu makin besar pula. Jika ditulis secara matematis, persamaan kalor adalah kalor yang diperlukan untuk kenaikan suhu = kalor jenis x massa benda x kenaikan suhu Q = c x m x Δt Kalor pada Perubahan Wujud Benda Terjadinya perubahan wujud benda dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang sering dijumpai adalah pada air mendidih yang berbuih dan berubah jadi asap saat dipanaskan. Hal tersebut menunjukkan perubahan wujud benda akibat kalor, tepatnya perubahan wujud dari air menjadi uap. Agar air dapat berubah wujud menjadi uap, diperlukan jumlah kalor tertentu yang sesuai. Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud suatu benda disebut dengan kalor laten. Kita dapat mengukur kalor laten berapa kalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud benda dengan persamaan matematis di bawah ini. dengan Q = kalor yang dibutuhkan/dilepas untuk berubah wujud J m = massa zat yang berubah wujud kg L = kalor lebur atau kalor beku J/kg U = kalor penguapan atau kalor pengembunan J/kg Perpindahan Kalor Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke yang lebih rendah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Berikut akan diuraikan ketiga cara perpindahan kalor tersebut. Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel zat Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 184. Contohnya adalah saat kita menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan kain yang sedang disetrika. Kalor berpindah dari setrika ke kain, perpindahan kalor seperti itu disebut konduksi karena partikel tidak ikut berpindah, hanya kalornya saja yang berpindah. Setiap jenis benda atau zat memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi konduktivitas yang berbeda. Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor, sementara bahan yang menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator. Contoh nyatanya adalah pada peralatan memasak, bagian yang bersentuhan dengan api menggunakan konduktor yang baik, sedangkan bagian pegangannya menggunakan isolator yang baik. Sementara itu, panas kopi dapat bertahan cukup lama di gelas kaca karena gelas kaca merupakan isolator yang baik. Konveksi Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai perpindahan partikel zat tersebut Tim Kemdikbud, 2017, hlm. . Contohnya, air merupakan konduktor yang buruk, namun ketika air bagian bawah dipanaskan ternyata air bagian atas juga ikut panas. Berarti, ada cara perpindahan panas yang lain pada air tersebut, yaitu konveksi. Saat air bagian bawah mendapatkan kalor dari pemanas, partikel air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan bergerak naik dan digantikan dengan partikel air dingin dari bagian atas. Dengan cara ini, panas dari air bagian bawah berpindah bersama aliran air menuju bagian atas. Proses itulah disebut konveksi, pola air membentuk arus konveksi yang memindahkan panas bersama partikelnya. Arus konveksi dapat kita temui di panta yang berupa angin laut dan angin darat. Pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada lautan kalor jenisnya kecil, udara di atas daratan ikut panas dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari lautan. Dengan demikian, terjadilah angin laut. Sementara itu, pada malam hari daratan lebih cepat mendingin daripada lautan, udara di atas lautan lebih hangat dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari daratan. Saat terjadi peristiwa tersebut, terjadilah angin darat. Konveksi juga dapat dimanfaatkan pada berbagai peralatan yang contohnya adalah sebagai berikut Bagian pemanas oven, pemanggang roti, magic jar, dan lain-lain. Biasanya bagian pemanas alat-alat terletak di bagian bawah. Saat difungsikan, udara bagian bawah akan menjadi lebih panas dan bergerak naik, sedangkan udara bagian atas yang lebih dingin akan bergerak turun. Pada peralatan tertentu seperti pengering rambut hair dryer, aliran konveksi dibantu atau dipaksa dengan menggunakan kipas. Radiasi Bagaimana panas dari matahari dapat sampai ke bumi, padahal jaraknya berjuta-juta kilometer dan melewati ruang hampa? Dalam ruang hampa tidak ada materi yang memindahkan kalor secara konduksi maupun konveksi. Ya, perpindahan kalor dari matahari sampai ke bumi dengan cara lain. Cara tersebut dinamakan radiasi. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 184. Kita juga dapat merasakan akibat radiasi kalor saat menghadapkan telapak tangan pada bola lampu yang menyala atau saat kamu duduk di dekat api unggun. Udara merupakan konduktor buruk dan udara panas api unggun bergerak ke atas. Namun, setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya bergantung pada suhu benda dan warna benda. Beberapa sifat radiasi lainnya meliputi makin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar, makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya; makin luas permukaan benda panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya; jika suhu benda lebih dingin daripada suhu lingkungan, maka benda itu akan menyerap radiasi kalor dari lingkungan; makin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya; makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya. Kalor pada Makhluk Hidup Bukan hanya benda tak hidup saja yang memiliki kalor, makhluk hidup seperti kita juga banyak berurusan dengan kalor. Baik itu pada saat membutuhkan energi panas untuk beraktivitas, maupun secara umum dalam menjaga sistem tubuh agar bekerja dengan baik. Kalori Tubuh kita sebagai manusia juga mengubah sebagian makanan menjadi energi panas. Energi panas yang disediakan oleh makanan diukur dalam kilokalori, sering disingkat kkal atau Kal dengan K huruf kapital. Satu Kal makanan sama dengan kalori. Kita menggunakan kilokalori untuk makanan, karena kalori terlalu kecil untuk dipakai mengukur energi pada makanan yang dimakan, dengan tujuan agar bilangan yang dikomunikasikan tidak terlalu besar sehingga lebih mudah dipahami. Zat gizi makanan mengandung energi kimia yang dapat diubah menjadi energi panas atau bentuk energi lainnya. Sebagian energi tersebut digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh. Saat kita kedinginan, tubuh kita akan menggigil untuk mempercepat metabolisme tubuh, sehingga suhu tubuh tetap terjaga. Setiap makanan kemasan harus tercantum kandungan energinya, karena kalori haruslah seimbang dengan nutrisi yang dikandung dan tidak menyebabkan surplus kalori yang dapat mengakibatkan obesitas kegemukan/berat badan berlebih. Contoh cantuman kalori dalam suatu produk makanan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Berkeringat untuk Menjaga Suhu Tubuh Sistem tubuh manusia bekerja optimal pada suhu 36,5o C hingga 37,5o C. Sering kali aktivitas dan lingkungan sekitar memaksa tubuh manusia bereaksi untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap optimal. Pada saat kita beraktivitas berat, misalnya berolahraga, akan terjadi peningkatan proses perubahan energi kimia makanan menjadi energi gerak. Proses ini menghasilkan panas yang dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga mekanisme dalam tubuh manusia memberi perintah agar tubuh berkeringat untuk menjaga suhu tubuh. Lapar saat Kedinginan Selain itu pada saat kita kedinginan, kita akan menggigil yang akan membuat mekanisme tubuh kita bergerak lebih cepat. Gerak itu akan memaksa tubuh untuk melakukan metabolisme, membakar energi kimia makanan menjadi energi gerak dan energi panas. Dengan cara tersebut, suhu tubuh tidak turun. Namun hal itu juga membutuhkan kalori yang lebih dan karenanya, kita akan cepat merasa lapar. Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
BerandaPemanas A yang berdaya 200 watt dapat dinaikkan su...PertanyaanPemanas A yang berdaya 200 watt dapat dinaikkan suhu 200 gram air sebesar 2 0 ∘ C dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 watt digunakan untuk memanaskan 200 gram air sebesar dalam waktu t. Jika pemanas B memiliki efisiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air 4 , 2 J . g − 1 . K − 1 . t sama dengan......Pemanas A yang berdaya 200 watt dapat dinaikkan suhu 200 gram air sebesar dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 watt digunakan untuk memanaskan 200 gram air sebesar dalam waktu t. Jika pemanas B memiliki efisiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air sama dengan......120 detik140 detik160 detik180 detik200 detikPembahasanPerdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!10©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
PertanyaanPemanas 50 W digunakan untuk meÂmanaskan 200 g zat cair. Selama 5 menit,suhu zat cair naik dari10°C menjadi60°C. Anggap seluruh energi listrik diubah menjadi kalor untuk memanasÂkan zat cair. Hitunglah kaloryang digunakan untuk memanaskan zat cair!Pemanas 50 W digunakan untuk meÂmanaskan 200 g zat cair. Selama 5 menit, suhu zat cair naik dari 10°C menjadi 60°C. Anggap seluruh energi listrik diubah menjadi kalor untuk memanasÂkan zat cair. Hitunglah kalor yang digunakan untuk memanaskan zat cair!Jawabankalor yang digunakan untuk memanaskan zat cair adalah yang digunakan untuk memanaskan zat cair adalah P = 50 W m = 200 g t = 5 m e ni t = 300 detik â–³ T = 60 − 10 = 5 0 ∘ C Ditanya kalor untuk memanaskan Q Pembahasan Kalor merupakan sesuatu yang mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Benda yang dipanaskan akan menyerap kalor dari pemanas karena kalor berpindah dari pemanas ke benda. Kalor dapat dirumuskan sebagai Q = P × t P adalah daya dan t adalah waktu. Menghitung kalor Q ​ = = = ​ P × t 50 × 300 Joule ​ Jadi, kalor yang digunakan untuk memanaskan zat cair adalah Ditanya kalor untuk memanaskan Q Pembahasan Kalor merupakan sesuatu yang mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Benda yang dipanaskan akan menyerap kalor dari pemanas karena kalor berpindah dari pemanas ke benda. Kalor dapat dirumuskan sebagai P adalah daya dan t adalah waktu. Menghitung kalor Jadi, kalor yang digunakan untuk memanaskan zat cair adalah Joule. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!549Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
pemanas a dapat menaikkan suhu 200 gram air